TIDAK TAHU LOKASI TEMPAT IBADAH PEMUDA REMAJA
GMIM SION PERAK SORONG RAYON 3???
SILAHKAN KLIK DI TAB LOKASI,
atau klik disini
GMIM SION PERAK SORONG RAYON 3???
SILAHKAN KLIK DI TAB LOKASI,
atau klik disini
UNTUK MELIHAT FOTO HARAP KE TAB GALLERY FOTO
bagi tmn2 pmd & rmj yang hendak meminta ibadah
di rmhnya karena ucapan syukur HUT, dll dpt meng -
hubungi pimpinan 3 hari sebelumnya. trima kasih
Update!
Sekarang situs resmi GMIM sudah menyediakan MTPJ sendiri
http://sinodegmim.org/index.php/mtpj/
Sekarang situs resmi GMIM sudah menyediakan MTPJ sendiri
http://sinodegmim.org/index.php/mtpj/
Posted on
Minggu, 30 September 2012
Read More
2 KORINTUS 3 : 1 - 6
Selamat memperingati hari GMIM bersinode yang ke 78 tahun.
Renungan singkat :
Ketika Tuhan Yesus naik ke Sorga, Ia menyatakan kepada murid-muridNya jika Ia masih bersama-sama dengan mereka, maka mereka tidak akan dewasa dalam pelayanan. Oleh sebab itu Tuhan Yesus mengharapkan para murid-muridNya mampu meneladani, bahkan mampu menjadi "Kristus" kecil (menjadi padanan dari sikap Kristus) di dalam pelayanan.
Melalui surat ini rasul Paulus menghendaki jemaat di Korintus dalam pelayanan yang verbal bukan hanya teoritis.
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis. (sumber wikipedia)
Paulus juga menghendaki para jemaat untuk menyadari kehadiran Kristus dengan mengaplikasikannya didalam setiap pekerjaan, setiap aktivitas, dan kehidupan sehari-hari.
Jadi intinya maksud dari kehendak rasul Paulus ialah bagaimana sikap Kristus tercermin didalam kehidupan setiap orang percaya, yang diwujudkan dalam kesetiaan yang bukan saja melalui tulisan-tulisan, huruf-huruf, tetapi melalui sikap yang nyata.
Pesan firman :
Memperingati hari Gmim bersinode, marilah kita menyadari bahwa kita adalah cerminan Kristus, mulai dari kelompok terkecil keluarga sampai ke tingkat jemaat. Hapuskanlah perselisihan diantara kita, serta marilah kita mengambil tekad untuk menjadi cerminan Kristus melalui kesetiaan, ketekunan, keteladanan yang semuanya akan kita pertanggungjawabkan pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.
Amin.
sumber :
Selamat memperingati hari GMIM bersinode yang ke 78 tahun.
Renungan singkat :
Ketika Tuhan Yesus naik ke Sorga, Ia menyatakan kepada murid-muridNya jika Ia masih bersama-sama dengan mereka, maka mereka tidak akan dewasa dalam pelayanan. Oleh sebab itu Tuhan Yesus mengharapkan para murid-muridNya mampu meneladani, bahkan mampu menjadi "Kristus" kecil (menjadi padanan dari sikap Kristus) di dalam pelayanan.
Melalui surat ini rasul Paulus menghendaki jemaat di Korintus dalam pelayanan yang verbal bukan hanya teoritis.
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis. (sumber wikipedia)
Paulus juga menghendaki para jemaat untuk menyadari kehadiran Kristus dengan mengaplikasikannya didalam setiap pekerjaan, setiap aktivitas, dan kehidupan sehari-hari.
Jadi intinya maksud dari kehendak rasul Paulus ialah bagaimana sikap Kristus tercermin didalam kehidupan setiap orang percaya, yang diwujudkan dalam kesetiaan yang bukan saja melalui tulisan-tulisan, huruf-huruf, tetapi melalui sikap yang nyata.
Pesan firman :
Memperingati hari Gmim bersinode, marilah kita menyadari bahwa kita adalah cerminan Kristus, mulai dari kelompok terkecil keluarga sampai ke tingkat jemaat. Hapuskanlah perselisihan diantara kita, serta marilah kita mengambil tekad untuk menjadi cerminan Kristus melalui kesetiaan, ketekunan, keteladanan yang semuanya akan kita pertanggungjawabkan pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.
Amin.
sumber :
- khobah ibadah hari minggu pukul 09.00 pagi di gereja, tanggal 30 September 2012
baca juga :
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 8-13 September 2012)
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 24 - 29 September 2012)
Posted on
Minggu, 23 September 2012
Read More
2 SAMUEL 12 : 1 - 25
Renungan singkat :
Bacaan ini begitu populer didalam setiap khotbah yang kita dengarkan, dimana didalam pembacaan ini diperkenalkan tentang nabi Natan yang dengan arif menegur raja Daud.
Melalui pembacaan ini, mungkin ada dari kita yang merasa jijik dengan taktik yang dilaksanakan oleh raja Daud dimana dia yang mengingini isteri Uria dengan sengaja menempatkan Uria di pasukan paling depan sehingga pada saat pertempuran ia mati dan Isteri Uria (Batsyeba) diambil oleh Daud. Hal ini menista hati Tuhan, dan Tuhan menegur Daud melalui nabi Natan yang dengan arif berani menegur Daud, dan Daud pun mengaku kesalahanNya kepada TUHAN.
Bagaimanakah dengan kita??adakah sifat yang Daud lakukan pernah kita lakukan??!
segeralah mengakui segala kesalahan kita kepada TUHAN.
Janganlah kita mengambil apa yang bukan menjadi hak kita.
Selain itu ada 2 hal penting yang dapat kita ambil dari pembacaan kali ini yaitu :
1. Mendengar,menerima teguran karena kesalahan kita.
Raja Daud ketika ditegur oleh nabi Natan, langsung mengakui kesalahannya, tidak mengelak ,menantang/berpura-pura terhadap nabi Natan, karena ia tahu ia telah berdosa sehingga ia mengatakan "aku sudah berdosa kepada Tuhan". Akhirnya Daud diampuni Tuhan, yang walaupun demikian anak dari hubungan antara Daud dan bekas isteri Uria, meninggal. Namun Tuhan tidak meninggalkan Daud, Ia memberi Daud keturunan yang diberi nama Salomo yang artinya "TUHAN mengasihi anak ini".
2. Berani menegur atasan kita.
Nabi Natan pasti tahu sosok dari raja Daud (raja Israel), namun dia tetap mengambil sikap untuk berani menegur dengan arif, dia tidak takut resikonya, kalau Daud akan membencinya, memarahinya, bahkan mungkin menghukumnya. Karena dia tahu teguran ini membuat Daud menyadari kesalahannya serta kembali ke jalan yang benar, artinya teguran yang nyata untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
Melalui gereja dalam bentuk organisasi maupun pribadi, kita diberikan tugas untuk melakukan kedua hal tersebut, karena pada saat ini didalam kehidupan berjemaat sudah terlalu banyak "Pemakluman". Banyak orang takut menegur atasannya, bosnya, atau orang lain karena dia takut itu akan mempengaruhi karirnya, jabatannya, kepentingan pribadinya. Juga banyak orang yang tidak mau ditegur, mungkin karena kedudukannya, karena tahtanya, dan hal-hal lain yang seperti itu.
Marilah kita belajar melalui pesan firman ini, kita menerima teguran karena kesalahan kita dan bagi kita yang diberikan kesempatan untuk menegur/menasehati baiklah kita laksanakan.
Contoh dari organisasi yang paling kecil yaitu keluarga. Bahwa orang tua harus bertanggung jawab pada sikap anak mereka, mereka harus menegur yang salah, memberikan teladan, namun harus juga mendengar nasehat ataupun keluh kesah anak mereka, anak juga harus mendengarkan orang tua mereka.
Dan jika itu sudah dilakukan semakin baik dan semakin meluas, maka pasti kita akan mampu menjadi teladan, menjadi garam dan terang dunia.
Terpujilah nama TUHAN.
Amin.
sumber :
Renungan singkat :
Bacaan ini begitu populer didalam setiap khotbah yang kita dengarkan, dimana didalam pembacaan ini diperkenalkan tentang nabi Natan yang dengan arif menegur raja Daud.
Melalui pembacaan ini, mungkin ada dari kita yang merasa jijik dengan taktik yang dilaksanakan oleh raja Daud dimana dia yang mengingini isteri Uria dengan sengaja menempatkan Uria di pasukan paling depan sehingga pada saat pertempuran ia mati dan Isteri Uria (Batsyeba) diambil oleh Daud. Hal ini menista hati Tuhan, dan Tuhan menegur Daud melalui nabi Natan yang dengan arif berani menegur Daud, dan Daud pun mengaku kesalahanNya kepada TUHAN.
Bagaimanakah dengan kita??adakah sifat yang Daud lakukan pernah kita lakukan??!
segeralah mengakui segala kesalahan kita kepada TUHAN.
Janganlah kita mengambil apa yang bukan menjadi hak kita.
Selain itu ada 2 hal penting yang dapat kita ambil dari pembacaan kali ini yaitu :
1. Mendengar,menerima teguran karena kesalahan kita.
Raja Daud ketika ditegur oleh nabi Natan, langsung mengakui kesalahannya, tidak mengelak ,menantang/berpura-pura terhadap nabi Natan, karena ia tahu ia telah berdosa sehingga ia mengatakan "aku sudah berdosa kepada Tuhan". Akhirnya Daud diampuni Tuhan, yang walaupun demikian anak dari hubungan antara Daud dan bekas isteri Uria, meninggal. Namun Tuhan tidak meninggalkan Daud, Ia memberi Daud keturunan yang diberi nama Salomo yang artinya "TUHAN mengasihi anak ini".
2. Berani menegur atasan kita.
Nabi Natan pasti tahu sosok dari raja Daud (raja Israel), namun dia tetap mengambil sikap untuk berani menegur dengan arif, dia tidak takut resikonya, kalau Daud akan membencinya, memarahinya, bahkan mungkin menghukumnya. Karena dia tahu teguran ini membuat Daud menyadari kesalahannya serta kembali ke jalan yang benar, artinya teguran yang nyata untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
Melalui gereja dalam bentuk organisasi maupun pribadi, kita diberikan tugas untuk melakukan kedua hal tersebut, karena pada saat ini didalam kehidupan berjemaat sudah terlalu banyak "Pemakluman". Banyak orang takut menegur atasannya, bosnya, atau orang lain karena dia takut itu akan mempengaruhi karirnya, jabatannya, kepentingan pribadinya. Juga banyak orang yang tidak mau ditegur, mungkin karena kedudukannya, karena tahtanya, dan hal-hal lain yang seperti itu.
Marilah kita belajar melalui pesan firman ini, kita menerima teguran karena kesalahan kita dan bagi kita yang diberikan kesempatan untuk menegur/menasehati baiklah kita laksanakan.
Contoh dari organisasi yang paling kecil yaitu keluarga. Bahwa orang tua harus bertanggung jawab pada sikap anak mereka, mereka harus menegur yang salah, memberikan teladan, namun harus juga mendengar nasehat ataupun keluh kesah anak mereka, anak juga harus mendengarkan orang tua mereka.
Dan jika itu sudah dilakukan semakin baik dan semakin meluas, maka pasti kita akan mampu menjadi teladan, menjadi garam dan terang dunia.
Terpujilah nama TUHAN.
Amin.
sumber :
- khobah ibadah hari minggu pukul 09.00 pagi di gereja, tanggal 16 September 2012
baca juga :
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 1-5 September 2012)
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 17 - 22 September 2012)
Posted on
Minggu, 16 September 2012
Read More
MATIUS 5 :13 - 16
Melalui amanatNya Tuhan Yesus menginginkan supaya hidup jemaat orang kristen memiliki hidup yang sempurna didalam Tuhan. Hidup sempurna artinya hidup yang berpusat pada Allah (memeriksa diri apakah sesuai dengan kehendak Allah, bukan memeriksa kepercayaan orang lain). Oleh sebab itu melalui pembacaan kita diajak untuk memeriksa kehidupan kita.
Kita percaya bahwa gereja, persekutuan merupakan karunia dari Tuhan (bukan ciptaan manusia), namun banyak orang/kelompok/persekutuan tertentu melakukan penafsiran yang salah sehingga menimbulkan adanya kepercayaan yang membuat mereka merasa superior (paling kudus) diantara orang lain, namun secara tidak sadar justru meminggirkan warga jemaat lain. Inilah yang mendorong perubahan jemaat ke arah yang tidak benar.
Nah tentunya perubahan yang seperti tadi (dan juga perubahan di era globalisasi ini yang membawa dampak) harus disikapi dengan perubahan sikap yang benar dari masing--masing jemaat. Bagaimana caranya??? yaitu dengan berasosiasi dengan fungsi yang jelas (artinya dalam segala perbedaan melalui tantangan "perubahan" yang ada, tetap tidak keluar dari amanat dan perintah firman TUHAN), mampu mempengaruhi melalui sikap kita, menjadi "garam" dan "terang" dunia, sehingga kita dapat berhasil dalam kehidupan.
sekiranya hidup yang menjadi "garam" dan "terang" bukan hanya kita lakukan pada waktu tertentu (contoh : hanya saat ibadah, atau jenis kegiatan kerohanian lainnya), tapi juga melalui sikap-sikap kita di tempat-tempat lain, dimanapun kita berada. Maka pasti akan terjadi perubahan yang lebih baik bagi jemaat dan semakin mendekatkan jemaat pada hidup yang sempurna yang dikehendaki Tuhan Yesus Kristus kepada setiap umatNya.
Amin.
sumber :
Melalui amanatNya Tuhan Yesus menginginkan supaya hidup jemaat orang kristen memiliki hidup yang sempurna didalam Tuhan. Hidup sempurna artinya hidup yang berpusat pada Allah (memeriksa diri apakah sesuai dengan kehendak Allah, bukan memeriksa kepercayaan orang lain). Oleh sebab itu melalui pembacaan kita diajak untuk memeriksa kehidupan kita.
Kita percaya bahwa gereja, persekutuan merupakan karunia dari Tuhan (bukan ciptaan manusia), namun banyak orang/kelompok/persekutuan tertentu melakukan penafsiran yang salah sehingga menimbulkan adanya kepercayaan yang membuat mereka merasa superior (paling kudus) diantara orang lain, namun secara tidak sadar justru meminggirkan warga jemaat lain. Inilah yang mendorong perubahan jemaat ke arah yang tidak benar.
Nah tentunya perubahan yang seperti tadi (dan juga perubahan di era globalisasi ini yang membawa dampak) harus disikapi dengan perubahan sikap yang benar dari masing--masing jemaat. Bagaimana caranya??? yaitu dengan berasosiasi dengan fungsi yang jelas (artinya dalam segala perbedaan melalui tantangan "perubahan" yang ada, tetap tidak keluar dari amanat dan perintah firman TUHAN), mampu mempengaruhi melalui sikap kita, menjadi "garam" dan "terang" dunia, sehingga kita dapat berhasil dalam kehidupan.
sekiranya hidup yang menjadi "garam" dan "terang" bukan hanya kita lakukan pada waktu tertentu (contoh : hanya saat ibadah, atau jenis kegiatan kerohanian lainnya), tapi juga melalui sikap-sikap kita di tempat-tempat lain, dimanapun kita berada. Maka pasti akan terjadi perubahan yang lebih baik bagi jemaat dan semakin mendekatkan jemaat pada hidup yang sempurna yang dikehendaki Tuhan Yesus Kristus kepada setiap umatNya.
Amin.
sumber :
- khobah ibadah hari minggu pukul 09.00 pagi di gereja, tanggal 16 September 2012
baca juga :
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 24 - 29 September 2012)
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 3 - 8 September 2012)
Posted on
Minggu, 02 September 2012
Read More
2 TIMOTIUS 3 : 10 - 17
Hari ini juga memperingati Hari Doa Alkitab (LAI).
Tema bulanan : Gereja yang memberi teladan.
Surat ini ditulis Paulus dalam penjara, dalam situasi yang sangat sulit serta firasat akan kedatangan kematian, namun Paulus tetap merindukan Timotius dan jemaat untuk memberikan kesaksiannya. Timotius akhirnya belajar tentang komitmen pelayanan dari Paulus yang tetap sabar, bertekun, dan mengasihi (dikatakan pada bag awal perikop ini) sebagai orang percaya.
Bagaimanakah hidup orang percaya yang dimaksud???
Yaitu hidup yang diterangi oleh firman TUHAN yang diberitakan melalui kata-kata dan perbuatan untuk membawa orang lain lebih mendekatkan diri kepada TUHAN, percaya kepada TUHAN, atau dengan kata lain menjadi teladan.
Nah didalam kehidupan yang menjadi teladan tidaklah mudah, bahkan dikatakan melalui firman ini kita harus melewati hal yang sulit (penderitaan, penganiayaan, sengsara).
Di didaerah tempat kita tinggal saat ini mungkin jarang bahkan tidak ada penganiayaan secara fisik bahkan sampai nyawa dipertaruhkan seperti didaerah lain (dimana pelayan TUHAN "dianiaya") atau seperti zaman dari para rasul (contoh dalam perikop ini Paulus yang dipenjara).
Jadi pertanyaannya apakah sebenarnya hal yang sulit yang kita alami saat ini??
Mungkin belum seberat yang disebutkan diatas, tetapi ketika kita sakit hati (dalam pelayanan, dll yang akhirnya membuat kita berhenti/keluar dalam pelayanan), ketika kita dituntut memenuhi kebutuhan hidup (tentang cara yang salah dalam kita bekerja, menjual kepercayan demi jabatan), dan banyak lagi yang membuat kita goyah dalam kepercayaan kita.
Situasi lain juga adalah tantangan melalui perkembangan zaman (banyak pemuda & remaja lebih menghabiskan waktunya untuk foya2), belum lagi tentang pengajaran sesat (aliran-aliran sesat, dll).
Untuk menyikapi hal tersebut marilah kita belajar dari rasul Paulus yang tetap sabar, bertekun, dan berlaku kasih terhadap sesama. Maka dengan demikian kita akan menjadi teladan bagi orang lain.
Walaupun memang mudah untuk mengatakannya tapi sangatlah sulit untuk melakukannya, mungkin banyak orang yang dinasehati mengelak dengan mengatakan Anda tidak mengerti persoalan saya?!coba jika ini terjadi pada anda! ataupun kalimat2 lain.
Kuncinya rajinlah membaca firman Tuhan serta meminta pertolonganNya melalui doa.
"Ingat Iman yang semakin bertumbuh adalah iman yang semakin kuat dalam melewati segala penderitaan". Kiranya kita semakin dimampukan di dalam TUHAN menjalani kehidupan ini (sabar, berttekun, dan mengasihi), sehingga akhirnya itu sendiri membawa perubahan bukan hanya bagi diri kita melainkan bagi orang lain ke arah yang lebih baik di dalam tuntunan TUHAN.
GB
Hari ini juga memperingati Hari Doa Alkitab (LAI).
Tema bulanan : Gereja yang memberi teladan.
Surat ini ditulis Paulus dalam penjara, dalam situasi yang sangat sulit serta firasat akan kedatangan kematian, namun Paulus tetap merindukan Timotius dan jemaat untuk memberikan kesaksiannya. Timotius akhirnya belajar tentang komitmen pelayanan dari Paulus yang tetap sabar, bertekun, dan mengasihi (dikatakan pada bag awal perikop ini) sebagai orang percaya.
Bagaimanakah hidup orang percaya yang dimaksud???
Yaitu hidup yang diterangi oleh firman TUHAN yang diberitakan melalui kata-kata dan perbuatan untuk membawa orang lain lebih mendekatkan diri kepada TUHAN, percaya kepada TUHAN, atau dengan kata lain menjadi teladan.
Nah didalam kehidupan yang menjadi teladan tidaklah mudah, bahkan dikatakan melalui firman ini kita harus melewati hal yang sulit (penderitaan, penganiayaan, sengsara).
Di didaerah tempat kita tinggal saat ini mungkin jarang bahkan tidak ada penganiayaan secara fisik bahkan sampai nyawa dipertaruhkan seperti didaerah lain (dimana pelayan TUHAN "dianiaya") atau seperti zaman dari para rasul (contoh dalam perikop ini Paulus yang dipenjara).
Jadi pertanyaannya apakah sebenarnya hal yang sulit yang kita alami saat ini??
Mungkin belum seberat yang disebutkan diatas, tetapi ketika kita sakit hati (dalam pelayanan, dll yang akhirnya membuat kita berhenti/keluar dalam pelayanan), ketika kita dituntut memenuhi kebutuhan hidup (tentang cara yang salah dalam kita bekerja, menjual kepercayan demi jabatan), dan banyak lagi yang membuat kita goyah dalam kepercayaan kita.
Situasi lain juga adalah tantangan melalui perkembangan zaman (banyak pemuda & remaja lebih menghabiskan waktunya untuk foya2), belum lagi tentang pengajaran sesat (aliran-aliran sesat, dll).
Untuk menyikapi hal tersebut marilah kita belajar dari rasul Paulus yang tetap sabar, bertekun, dan berlaku kasih terhadap sesama. Maka dengan demikian kita akan menjadi teladan bagi orang lain.
Walaupun memang mudah untuk mengatakannya tapi sangatlah sulit untuk melakukannya, mungkin banyak orang yang dinasehati mengelak dengan mengatakan Anda tidak mengerti persoalan saya?!coba jika ini terjadi pada anda! ataupun kalimat2 lain.
Kuncinya rajinlah membaca firman Tuhan serta meminta pertolonganNya melalui doa.
"Ingat Iman yang semakin bertumbuh adalah iman yang semakin kuat dalam melewati segala penderitaan". Kiranya kita semakin dimampukan di dalam TUHAN menjalani kehidupan ini (sabar, berttekun, dan mengasihi), sehingga akhirnya itu sendiri membawa perubahan bukan hanya bagi diri kita melainkan bagi orang lain ke arah yang lebih baik di dalam tuntunan TUHAN.
GB
sumber :
- khobah ibadah hari minggu pukul 09.00 pagi di gereja, tanggal 2 September 2012
baca juga :
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 17 - 22 September 2012)
Renungan (mengikuti MTPJ GMIM tanggal 27 Agustus - 1 September 2012)